Apakah Benar Pendidikan di Indonesia adalah Pembodohan….
Education June 7th, 2008Menurut salah satu sumber yang pernah saya baca dan saya dengar.. Pendidikan di Indonesia adalah Pendidikan Pembodohan.. Kenapa bisa dikatan “Pembodohan??” Itulah yang patut kita pertanyakan.. Seharusnya yang namanya pendidikan itu kan mengajar dan mendidik orang supaya pintar??
Tapi ternyata hal itu disangkal oleh narasumber saya.. Kenapa bisa Pembodohan?? Ternyata jawabannya simple, karena Pendidikan di Indonesia itu hanya mendidik secara intelektual saja.. Segi mental dan moral tidak didik.. Nyatanya kita didik untuk mencontek secara tidak langsung oleh guru kita.. Guru yang seharusnya mendidik kita menjadi manusia yang berkualitas ternyata malah menjerumuskan kita..
Sebenarnya kita unggul dari Australia dalam hal intelektual.. Tapi dari segi emosional ternyata kita jauh… Buktinya banyak SDM kita yang korupsi, dll.. Itu adalah dampak dari tidak adanya pendidikan emosional dan mental seseorang.. Nah, apakah yang dikatan oleh sumber itu benar atau tidak itu tinggal bagaimana kita menyikapinya.. Kalau menurut anda bagaimankah Pendidikan di Indonesia??
July 27th, 2008 at 1:58 am
pendidikan indonesia adalah sumber kebodohan! knp? otak anak2 bukannya diajar kan untuk berpikir bagaimana memecahkan dan menyelesaikan masalah2 hidup, menemukan sesuatu yang baru dll, tapi otak diisi dng sampah2 informasi yang notabene kadaluarsa. selain itu pendidikan diindonesia 1000% gagal, buktinya bermunculannya bimbel2 diseluruh indonesia…….jaman terus berubah cepat, pendidikan harus update,cara lama sdh ketinggalan dan gak mungkin berhasil…….era pentium 1 dah lama berlalu…..era core to duo, dst…………hari gini masih sekolah? hanya orang bodoh yang masih cari gelar, ijasah dll dijamam informasi ini
August 5th, 2008 at 9:52 am
maaf ya, sekali lagi maaf … aku ngga setuju kalo ‘hanya’ guru yang di salahkan, aku sendiri tidak tahu yang di maksud guru oleh anda itu siapa, jika ada guru yang mengajarkan untuk nyontek anggap saja itu sebagai oknum …segala bidang selalu di kotori oleh oknum… dan sekali lagi guru selalu di salahkan !!! orang tuaku dua2 nya guru. Tahukah anda gimana dulu nasibnya? ayahku pernah di gaji dalam sebulan yang nilainya hanya setara dengan beberapa liter beras di jaman soekarno dan di jaman suharto pernah mendapat beras ‘jatah’ PNS, tahukah anda bagaimana beras itu kualitasnya? beras itu kalo sudah jadi nasi selalu berserakan … itulah nasib guru yang tidak mau korupsi, harus siap2 makan hati. Tidak ada yang tahu klo dulu kakakku menangis karena terancam tidak melanjutkan kuliah, bahkan aku sendiri hampir tidak menyelesaikan kuliahku. Pemerintah ?? apa peduli mereka. Hanya membuat kebijakan populis untuk di mereka sendiri. Sekali lagi maaf, jika uraian ini terlalu panjang dan membosankan, aku hanya ingin anda memahami. Orangtuaku mungkin sudah terbiasa di sakiti hatinya, tetapi saya sebagai anaknya tidak sekuat itu. Dan itulah mengapa aku tidak ingin menjadi guru, meskipun aku senang berbagi ilmu dengan teman2ku.. thx.